Ketika kapasitas generator sudah ditentukan, pemilihan saklar transfer otomatis yang sesuai terutama melibatkan konversi daya generator (kW) menjadi arus yang dibutuhkan (Amps) dan kemudian memilih peringkat ATS yang sesuai. Karena perangkat ATS diberi nilai dalam ampere, bukan kilowatt, konversi ini merupakan langkah penting dalam semua aplikasi praktis.
Dalam kondisi tegangan rendah standar—biasanya 220V untuk sistem satu fasa dan 380V atau 400V untuk sistem tiga fasa —hubungan antara daya dan arus dapat disederhanakan untuk penggunaan teknik.
Untuk sebagian besar sistem generator tiga fasa, arus operasi dapat diperkirakan dengan mengalikan daya generator dengan faktor sekitar 1,8. Dalam penerapan di lapangan, pendekatan yang lebih konservatif dan banyak digunakan adalah dengan menggunakan faktor 2, yang memberikan margin keamanan yang masuk akal dan menyederhanakan seleksi.
Berdasarkan metode ini, generator 100kW akan menghasilkan sekitar 200A, sedangkan generator 200kW akan membutuhkan sekitar 400A. Dalam praktiknya, peringkat ATS standar harus dipilih di atas arus yang dihitung daripada sama persis. Misalnya, generator dengan arus terhitung 180–200A biasanya dipasangkan dengan ATS 250A atau 315A, bukan unit 200A. Pendekatan ini memperhitungkan kenaikan suhu, perluasan beban di masa depan, dan stabilitas operasional.
Perlu juga dicatat bahwa karakteristik beban mempengaruhi ukuran ATS secara signifikan. Beban resistif seperti sistem penerangan umumnya mengikuti perhitungan dasar tanpa penyimpangan yang besar. Namun, beban induktif—termasuk motor, pompa, dan kompresor—menimbulkan arus masuk yang tinggi selama penyalaan, seringkali beberapa kali lipat dari arus pengenal. Dalam kasus seperti ini, berkapasitas lebih tinggi untuk menghindari tekanan kontak dan kegagalan dini. sakelar generator (ATS) sangat disarankan untuk memilih
Metode pengukuran sederhana yang dijelaskan di atas berlaku khusus untuk sistem 220V/380V umum. Ketika berhadapan dengan level tegangan lain, seperti sistem 480V atau 600V, perhitungan yang lebih akurat harus diterapkan menggunakan rumus standar tiga fase:
Arus = kWh (1,732 × Tegangan × Faktor Daya)
Hal ini memastikan bahwa ATS yang dipilih benar-benar sesuai dengan kondisi pengoperasian sebenarnya.
Secara praktis, aturan pemilihan yang andal dapat diringkas sebagai berikut: ubah daya generator menjadi arus menggunakan faktor 2 dalam kondisi 380V, lalu pilih peringkat ATS standar berikutnya yang lebih tinggi. Metode ini menyeimbangkan kesederhanaan dengan keamanan teknik yang memadai dan diadopsi secara luas dalam proyek-proyek dunia nyata.
Kesimpulannya, ukuran saklar transfer otomatis (ATS) yang tepat tidak hanya bergantung pada kapasitas generator tetapi juga pada level tegangan, jenis beban, dan margin keselamatan yang diperlukan. ATS yang dipilih dengan benar akan meningkatkan keandalan sistem, mengurangi tekanan termal, dan memastikan transfer daya yang stabil baik dalam kondisi normal maupun darurat.